TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang

MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG EFEKTIF








Oleh:
ANNISA ZAHRA
1620181


DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020

A. Pengertian Pembelajaran Yang Efektif Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri. Dryden dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu tersebut. 
B. Suasana Pembelajaran Efektif 
Siswa dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati menulis, bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu: siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan tugas ajar, terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran: 
1. Suasana Belajar yang Menyenangkan 
2. Suasana Bebas 
3. Pemilihan Media Pengajaran dan Metode yang Sesuai 
C. Menciptakan Suasana Pembelajaran Yang Efektif 
1. Kondisi Belajar yang Efektif 
 Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 
a. Melibatkan Siswa secara Aktif Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain: 1) Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen. 2) Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab. 3) Aktivitas mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru. 4) Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek. 5) Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis. 
b. Menarik Minat dan Perhatian Siswa Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati. 
c. Membangkitkan Motivasi Siswa Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa: 1) Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya; 2) Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut. 3) Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. 4) Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri; 5) Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa. 6) Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin. 
d. Memberikan pelayanan individu Siswa Perlunya keterampilan guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya pelayanan individu siswa. Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
e. Menyiapkan dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelajaran Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas. 

DAFTAR RUJUKAN
Dryden, G. dan Vos, J. 1999. Revolusi Cara Belajar (bagian I). Bandung: Kaifa.Sri Esti 

Wuryani Djiwandono. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003.Kegiatan Belajar Mengajar Yang Efektif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.  

Komentar

  1. Trimakasih telah berbagi informasi dalam dunia manajemen kelas

    BalasHapus
  2. Terimakasih materinya Kk, sangat Membantu

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas tulisan nya, sangat bermanfaat bagi saya pribadi semoga bermanfaat juga untuk pembaca yang lainnya

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas tulisan nya, sangat bermanfaat bagi saya pribadi semoga bermanfaat juga untuk pembaca yang lainnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer