TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA
Oleh:
ANNISA ZAHRA
1620181
DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Guru sebagai pengelola kelas, dalam perannya, guru hendaknya mampu mengelola kelas karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu di organisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Salah satu manajement kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.
Menurut Popi Sopiatin (2010: 48) Ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dalam upaya menciptakan manajemen kelas yang efektif adalah sebagai berikut:
1. Memulai pelajaran tepat waktu
2. Menata tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antara format dan jam pelajaran
3. Mengatasi gangguan dari luar
4. Menetapkan aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat di laksanakan dengan konsisten
5. Peralihan yang mulus antar segmen pelajaran
6. Siswa yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
7. Pemberian pekerjaan rumah
8. Mempertahankan momentum selama pelajaran
9. Downtime, kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas tugas dalam proses belajar mengajar.
10. Mengakhiri pelajaran Suasana kelas yang kondusif dapat menghasilkan pembelajaran yang sebaik mungkin.
Manajemen kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri namun terkait dengan beberapa faktor. Permasalahan siswa merupakan masalah yang terkait langsung. Dalam hal ini, karena manajemen kelas yang dilakukan guru tidak lain untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Keakraban guru dengan siswa, tingginya kerja sama tercipta dalam bentuk interaksi. Adanya interaksi itu tentu saja bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Pendekatan bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu memberikan perhatian, ancaman maupun kebebasan dll. Hal itu bisa dilakukan selama pelajaran berlangsung agar kondisi kelas yang tenang dapat diciptakan.
Selain pendekatan yang harus dilakukan oleh guru dalam menjaga kondisi kelas agar tetap optimal juga diperlukan adanya ketrampilan-keterampilan dalam mengelolanya dan prinsip-prinsip manajemen yang harus dipahami oleh setiap guru yang bersangkutan. Kemampuan dalam mengelola perilaku siswa merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang guru karena terdapat hubungan yang erat antara prestasi belajar siswa dengan perilakunya di sekolah prestasi yang rendah sering menimbulkan perilaku buruk karena siswa merasa kecewa dengan sekolahnya.
B. KEBIJAKAN PENANGANAN MASALAH DALAM KELAS
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
1. Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok.
2. Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3. Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud.
C. MACAM MACAM PERMASALAHAN DALAM MANAJEMEN KELAS
1. Masalah Perorangan
Penggolongan masalah perorangan ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Jika seorang individu gagal mengembangkan rasa memiliki dan rasa dirinya berharga maka dia akan bertingkah laku menyimpang.
Ada empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah-masalah perorangan seperti diuraikan diatas pada diri para siswa.
1. Jika guru merasa terganggu (atau bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari perhatian.
2. Jika guru merasa terancam (atau merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan.
3. Jika guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas.
4. Jika guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan.
2. Masalah Kelompok
Ada tujuh masalah kelompok yang dikenal dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas, yaitu :
a. Kekurang-kompakan
b. Kekurangmampuan mengikuti peraturan kelompok
c. Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
d. Penerimaan kelas (kelompok) atau tingkah laku yang menyimpang
e. Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja
f. Ketiadaan semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes
g. Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
Masalah kelompok yang paling rumit ialah apabila kelompok itu melakukan protes dan tidak mau melakukan kegiatan, baik hal itu dinyatakan secara terbuka maupun terselubung.
D. SOLUSI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN MANAJEMEN KELAS
1. Behavior-Modification Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar. Upaya memodifikasi perilaku dalam mengelola kelas dilakukan melalui pemberian positive reinforcement (untuk membina perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku negatif).
2. Pendekatan Otoriter
Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka perlu adanya pendekatan perintah dan larangan, penekanan dan penguasaan, penghukuman dan pengancaman, pendekatan perintah dan larangan.
3. Pendekatan Permisif
Pendekatan yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu. Sehingga bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik. Berbagai bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak menyerahkan segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
4. Pendekatan membiarkan dan memberi kebebasan
Untuk dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru harus mampu:
a. Mengenali secara tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan maupun kelompok
b. Memahami pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu
c. Memilih dan menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud
DAFTAR RUJUKAN
Popi Sopiatin.2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Jakarta :Puataka utama
Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Trimakasih telah berbagi informasi dalam dunia manajemen kelas
BalasHapusLanjutkan karya tulisnya, sangat membantu
BalasHapusBermanfaat
BalasHapus