TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
tentang
KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS






Oleh:
ANNISA ZAHRA
1620181

DOSEN PEMBIMBING
YESSI RIFMASARI, M. Pd.


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019


A. PENGERTIAN KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
      Menurut bahasa ”keterampilan” artinya kecakapan untuk menyelesaikan tugas.Sedangkan menurut istilah ”keterampilan” adalah sekumpulan pengetahuan dan kemampuan yang harus dikuasai. Kemudian ”mengelola” menurut bahasa artinya mengendalikan, menyelenggara, mengurus, menjalankan.             Menurut istilah ”mengelola” adalah penciptaan suatu kondisiyang memungkinkan belajar siswa menjadi optimal.Kelas artinya ruang belajar.
     Menurut Syaiful Bahri Djamara dalam sebuah bukunya yang berjudul “Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif” bahwa, manajemen kelas adalah suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas    yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
        Menurut Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
       Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
B. MACAM-MACAM KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prevetif).
 Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan sebagai berikut:
    a) Sikap tanggap
      Seorang guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapanatas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik. Komponen ini ditunjukan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir berasama mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada di belakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak didik  walaupun guru sedang menulis di papan tulis.
    b) Membagi perhatian
     Kelas diisi oleh sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan  dari guru. Perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merata kepada setiap anak yang ada di dalam kelas juga harus mampu membagi perhatiannya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama agar pengelolaan kelas menjadi efektif. 
     c) Pemusataan perhatian kelompok
     Munculnya kelompok informal di kelas atau pengelompokan karena disengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan. 
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
  Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan kegiatan remedial untuk mengembalikan kondisi belajara yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai, guru dapat meminta bantuan kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua anak didik untuk membantu mengatasinya.
         Namun pada tingkat tertentu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam tugas kelas. Strategi itu adalah:
        1. Memodifikasi tingkah laku
        2. Pengelolaan kelompok
        3. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
C. . PERMASALAHAN DALAM KOMPONEN PENGELOLAAN KELAS 
      Menurut Abdul Majid dalam pengelolaan kelas terdapat dua masalah yakni masalah individual dan masalah kelompok:  
1. Masalah Individu 
    Masalah individu muncul karena dalam individu ada kebutuhan yang ingin diterima oleh kelompok dan ingin mencapai harga diri. Apabila kebutuhan individu tidak dapat dipenuhi melalui cara yang baik, maka individu yang bersangkutan akan mencari cara lain untuk mencapai kebutuhannya dengan berbuat tidak baik. Perbuatan yang tidak baik itu menurut Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassel digolongkan ke dalam empat point, yakni: 
    a) Attetion Getting Behaviors 
    Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain. Misalnya membadut di kelas, atau berbuat lamban sehingga memerlukan pertolongan ekstra. 
     b) Power Seeking 
       Maksudnya adalah tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan. Misalnya selalu mendebat, kehilangan kendali emosional (marah, menangis) atau selalu lupa pada peraturan di kelas. 
      c) Revenge Seeking Behaviors 
     Maksunya adalah tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain. Misalnya menyakiti orang lain dengan perkataan-perkataan yang tidak baik, memukul, menggigit dan lain-lain. 
       d) Passive Behaviors 
          Maksudnya peragaan ketidak mampuan, yakni sama sekali menolak untuk mencoba melakukan suatu apapun karena khawatir gagal.
2. Masalah Kelompok 
  Adapun masalah kelompok dalam pengelolaan kelas menurut Johnson dan Bany, yakni:
 a. Kurangnya kesatuan, ditandai dengan konflik-konflik antara individu dengansub kelompok. Misalnya konflik antara jenis kelamin.
    b. Ketidak taatan terhadap standar tindakan dan prosedur kerja, misalnya keributan, kegaduhan, berbicara keras, bertingkah laku yang mengganggu saat mereka diharapkan bekerja dalam suasana tenang di tempat duduk masing-masing.
   c. Reaksi negatif terhadap pribadi anggota kelas ditandai dengan kesan bermusuhan terhadap anak-anak yang tidak diterima oleh kelompok, menghalagi usaha kelompok.
   d. Pengakuan kelas terhadap kelakuan guru.
 e. Kecendrungan adanya gangguan, kemacetan pekerjaan dan kelakuan yang dibuat-buat.
  f. Ketidak mampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, seperti memberi reaksi buruk pada saat ada peraturan baru, situasi darurat, perubahan anggota kelompok, perubahan jadwal, dan pergantian guru.
   g. Semangat juang yang rendah dan adanya sikap permusuhan. 







DAFTAR PUSTAKA
Bahri Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka Cipta 2006).
Rukmana, Ade dan Suryana, Asep. Pengelolaan Kelas. (Bandung: Upi Press 2006). Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (. (Jakarta: Rineka Cipta 2006). 
Bahri  Dzamarah, Syaiful. Guru    dan    Anak    Didik    dalam Interaksi  Edukatif Suatu  Pendekatan Teoritis Psikologis, Jakarata: Rineka Cipta,2005.



Komentar

  1. Trimakasih infonya min, sangat bermanfaat untuk saya

    BalasHapus
  2. Karya tulis yang sangat membantu, semoga yang lain terinspirasi untuk gemar menulis juga

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas postingannya, sangat bagus dan bermanfaat sekali..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer