TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD






Oleh:
Annisa Zahra
1620181



Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd.

Kelas: 7.5 PGSD


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

A. Belajar dan Mengajar
    1. Belajar
      Heinich (1999) mengatakan bahwa belajar adalah proses aktivitas pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap sebagai interaksi seseorang dengan informasi dan lingkungannya sehingga dalam proses belajar diperlukan pemilihan, penyusunan dan penyampaian informasi dalam lingkungan yang sesuai dan melalui interaksi pemelajar dengan lingkungannya.
   Menurut Lindgren (1997) belajar sebagai proses perubahan tingkah laku yang relatif permanen dan perubahan tersebut disebabkan adanya interaksi individu yang bersangkutan dengan lingkungannya.
Gredler (2011) juga menekankan pengaruh lingkungan yang sangat kuat dalam proses belajar, studi belajar bukanlah sekedar latihan akademik, ia adalah aspek penting baik bagi individu maupun masyarakat. Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan.
 Selanjutnya Gagne & Briggs (2008) menjelaskan belajar adalah hasil pasangan stimulus dan respon yang kemudian diadakan penguatan kembali (reinforcement) yang terus menerus. Reinforcement ini dimaksudkan untuk menguatkan tingkah laku yang diinternalisasikan dalam proses belajar.   Proses belajar setiap orang akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda-beda untuk itu perlunya reinforcement yang terus menerus hingga mengalami perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik.
    Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja oleh setiap individu, sehingga terjadi perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan, tidak bisa membaca menjadi bisa membaca dan sebagainya. Belajar adalah suatu proses perubahan individu yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya ke arah yang baik maupun tidak baik.
    2. Pengertian Mengajar
    Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda, akan tetapi antara keduanya terdapat suatu hubungan yang erat sekali. Bahkan antara keduanya terjadi kaitan dan interaksi satu sama lain. Antara kedua kegiatan itu saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Bagi kaum konstruktivis, mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan pelajar dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi, mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri.
    Menurut Oemar Hamalik, mengajar memiliki beberapa definisi penting, diantaranya :
a) Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah.
b) Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.
c) Mengajar adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
d) Mengajar atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid. e) Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat.
f) Mengajar adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat  sehari-hari.

B. Prinsip Belajar dan Mengajar
Prinsip-prinsip belajar berikut ini dikemukakan oleh para ahli bidang psikologi pendidikan (Sagala, 2011) :
1. Law ofeffect. yaitu bila hubungan antara stimulus dengan respon terjadi dan diikuti  dalam keadaan memuaskan, maka hubungan itu diperkuat.
2. Spreadofeffect, yaitu reaksi emosional yang emosional yang mengiringi kepuasan itu tidak terbatas kepada sumber utama pemberi kepuasan, tetapi kepuasan mendapat pengetahuan baru.
3. Law ofexercise, yaitu hubungan antara perangsang dan reaksi diperkuat dengan  latihan dan penguasaan, sebaliknya hubungan itu melemahkan jika dipergunakan.
4. Law ofreadiness, yaitu bila satuan-satuan dalam sistem syaraf telah siap  berkonduksi, dan hubungan itu berlangsung, maka terjadinya hubungan itu akan memuaskan.
5. Law ofprimacy, yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesan pertama akan sulit digoyahkan.
6. Law ofintensity, yaitu belajar memberi makna yang dalam apabila diupayakan melalui kegiatan yang dinamis.
7. Law ofrecency, yaitu bahan yang baru dipelajari akan lebih mudah diingat.
8. Fenomena kejenuhan.
9. Belongingness, yaitu keterikatan bahan yang dipelajari pada situasi belajar akan  mempermudah berubahnya tingkah laku.

C. Keterampilan – Keterampilan Mengajar
  Mengajar dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh pengajar dengan materi, metode, serta media pembelajaran yang bertujuan untuk mengubah perilaku peserta didik, mencakup dimensi pengetahuan (kognitif), afektif maupun keterampilan (psikomotorik). Mengajar itu sendiri lebih bersifat personal, artinya sangat tergantung pada kondisi, kemampuan, maupun kapasitas seseorang. Mengajar lebih bersifat seni dari pada ilmu. Hal ini sebagaimana sangat popular dikemukakan oleh Gilbert Highet (1989) dalam bukunya yang berjudul The Art of Teaching. Pandangan yang sama juga dikemukakan Darling Hammond (1997:71) yang mengatakan "teachingmore as anartthan a sciebce". Mengajar merupakan kegiatan yang banyak seginya mengajar mengandung sejumlah keterampilan yang terlibat di dalamnya, seperti proses pemberian informasi, pertanyaan, penjelasan, mendengar, mendorong, dan sejumlah kegiatan lainnya. (Brown, 1991: 5)
   Keterampilan dasar mengajar sangat penting dimiliki oleh seorang pengajar sebab pengajar memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pengajar harus memiliki keterampilan dasar menagajar. Keterampilan dasar mengajar adalah kemampuan atau keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh pengajar (guru, dosen, instrukiur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajarnya secara efektif, efisien dan professional.
      Dalam pembelajaran ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu:

     1. Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (whattoteach).
  2. Menguasai metode atau cara untuk membelajarkannya (howtoteach).

D. Tujuan Keterampilan Mengajar
1. Para peserta diharapkan dapat memahami hakikat keterampilan dasar mengajar.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar.
3. Terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

E. Macam – Macam Keterampilan Mengajar
1. Keterampilan Bertanya
   Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban siswa. Brown menyatakan bahwa bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa.
2. Keterampilan Memberikan Penguatan
        Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat  meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Respon positif yang dilakukan guru atas perilaku positif yang dicapai anak dalam proses pembelajaran disebut juga dengan penguatan.
3. Keterampilan Menggunakan Variasi
  Keterampilan menggunakan variasi mengajar merupakan salah satu keterampilan mengajar yang harus dikuasai oleh guru. Karena subyek didik adalah anak manusia yang memiliki keterbatasan tingkat konsentrasi sehingga membutuhkan suasana baru yang membuat mereka fresh dan bersemangat untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran. Di sini keterampilan guru dalam membuat variasi mengajar menjadi penting agar tidak terjadi kebosanan dan kejenuhan belajar.
4. Keterampilan Menjelaskan
    Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu ditingkatkan agar dapat mencapai hasil yang optimal.
5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
        Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan dilatih oleh para guru agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, efisien, dan menarik. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuka dan menutup pelajaran mulai dari awal hingga akhir pelajaran.
6. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
     Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah.
7. Keterampilan Mengelola Kelas
       Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya, apabila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.
8. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
     Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.




DAFTAR PUSTAKA
Henry Clay Lindgren, Educational Psychology in the Classroom, (Toronto : John Wiley& Sons, Inc., 1976).
Heinich, Robert, etal, Instructional Media and Technology for Learning, (New Jersey : PrenticeHall, 1999).
Gredler, Margareth E. Learningand Instruction : Teori dan Aplikasi, (Jakarta : Kencana, 2011).
Azhar Arsyad. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Gagne, Briggs J, Principlesof Instructional Design, Second Edition, (New York: Holt Rinehartand).
Paul Suparno. 1997. Filsafat Konstruktisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Komentar

  1. Menurut saudara apa perbedaan belajat dan mengajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar adalah usaha seseorang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tingkah laku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sedangkan mengajar adalah rangkaian aktivitas untuk mengatur suatu lingkungan sehingga membuat peserta didik dapat belajar dengan baik.

      Hapus
  2. Menurut saudara coba jelaskan dan sebutkan contoh perbedaan evaluasi belajar dengan evaluasi pembelajara.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Evaluasi adalah suatu proses sistematis menetapkan nilai tentang sesuatu hal, seperti objek, proses, unjuk kerja, kegiatan, hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Menurut Prevical dalam Hamalik (2001: 146) menyatakan bahwa “evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem mengajar/belajar sebagai suatu keseluruhan”. Sedangkan evaluasi belajar adalah proses penentuan pemerolehan hasil belajar berdasarkan kriteria tertentu. Jadi, evaluasi pembelajaran merupakan proses penentuan nilai tentang proses pembelajaran berdasarkan kriteria tertentu melalui kegiatan pengukuran dan penilaian. 

      Hapus
  3. Kalau menurut anda apa sebenarnya keterampilan dalam mengajar tersebut dan apa manfaat bagi seorang guru dalam kegiatan pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelum guru mengajar, seorang guru harus mempelajari terlebih dahulu apa saja hal-hal yang harus dipelajari dan dikuasai. Guru harus mempelajari dan menguasai macam-macam keterampilan dasar mengajar. Keterampilan dasar mengajar adalah kemampuan atau keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh pengajar (guru), karena keterampilan dasar mengajar itu sangat mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar. Ketika seorang guru sudah menguasai keterampilan dasar mengajar maka proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik.

      Hapus
  4. Coba anda jelaskan bagaimana jika guru tidak memiliki keterampilan dalam mengajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang guru di tuntut untuk memiliki keterampilan dasar mengajar, karena keterampilan dasar mengajar itu sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Nah, ketika guru tidak memiliki keterampilan dalam mengajar maka proses belajar mengajar tidak bisa berjalan dengan lancar/semestinya, dan pencapaian oleh peserta didik tidak akan tercapai karena gurunya tidak memiliki keterampilan dalam mengajar.

      Hapus
    2. Terima kasih annisa, ini sngat bermanfaat bagi saya

      Hapus
    3. Terima kasih annisa, ini sngat bermanfaat bagi saya

      Hapus
    4. Terima kasih annisa, ini sngat bermanfaat bagi saya

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Apa hal yg harus di perhatikan ketika sdg mengajarr???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal yang harus diperhatikan dalam mengajar
      1. Menguasai bahan pelajaran
      2. Cinta dan sayang kepada murid
      3. Guru harus berani memberikan pujian/respon yg baik kepada murid yang aktif
      4. Guru harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individual kepada murid
      5. Seorang guru harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin menguasai dan mendalami semua bahan pelajaran sehingga harus terus menambah ilmunya serta meningkatkan kemampuan mengajar.
      Guru dapat merencanakan pembelajaran dengan cermat agar kemudian dapat diterapkan atau dilaksanakan dengan baik dan tepat sehingga pembelajaran atau kegiatan mengajar yang dilakukan menjadi efektif dan efisien. 

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Memberi angka untuk memotivasi siswa, memberi angka adalah bentuk penilaian terhadap hasil yang dicapai oleh siswa
      2. Memberi hadiah ketika siswa menunjukkan hasil yang terbaik dari yang lainnya
      3. Saingan/kompetisi
      4. Memberi ulangan, tetapi tidak sering karna akan membuat siswa bosan
      5. Pujian
      6. Hukuman, dll.

      Hapus
  10. Apa yang dilakukan oleh guru apabila ada siswa yang belum siap dalam belajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Melakukan pendekatan terhadap siswa.
      2. Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomukasi dengan orang tua siswa dan wali kelas.
      3. Melakukan konsultasi secara pribadi, dengan di adakan nya upaya seperti itu diharapkan bisa mengurangi masalah-masalah yang ada pada siswa.

      Hapus
  11. Apa saja keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh pengajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Keterampilan bertanya.
      2. Keterampilan bemberikan penguatan.
      3. Keterampilan menggunakan variasi.
      4. Keterampilan menjelaskan.
      5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
      6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.
      7. Keterampilan mengelola kelas.
      8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

      Hapus
  12. Min, tolong jelasin dong apa tujuan dari keterampilan bertanya? Makasih☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap pokok
      bahasan.
      2. Membangkitkan motivasi dan mendorong siswa untuk
      berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
      3. Memusatkan perhatian siswa terhadap pokok bahasan
      4. Mengaktifkan dan memproduktifkan siswa dalam pembelajaran.

      Sama2 kak semoga bermanfaat ya kak😊

      Hapus
  13. Apa saja yang harus dihindari guru dalam keterampilan bertanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Mengulangi pertanyaan sendiri
      Contoh : Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan guru mengulangi pertanyaan kembali mengakibatkan siswa tidak konsentrasi.
      2. Menjawab pertanyaan sendiri.
      Jika pertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan yang cukup untuk memikirkan jawabanya, anak akan beranggapan tidak perlu memikirkan jawabanya karena guru akan memikirkan jawabanya.
      3. Pertanyaan yang memancing jawaban jerentak
      Contoh : Apa ibu kota RI?
      Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar dan menuntut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.
      4. Pertanyaan ganda
      Contoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama datang ke indonesia, mengapa mereka datang, dan apa akibat mereka itu bagi bangsa Indonesia. Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menyelesaikan satu dari semua tugas itu.
      5. Jangan menetukan siswa tertentu untuk menjawabnya, akibatnya anak yang tidak ditunjuk tidak memikirkan jawabannya.

      Hapus
  14. Bagus materinya dan sangat membantu 😍

    BalasHapus
  15. Gimana caranya agar siswa mau belajar dan suka dalam pelajaran dlm bidang apapun? Jelaskan

    BalasHapus
  16. Trimakasih telah berbagi informasi dalam dunia manajemen kelas dan sangat menarik

    BalasHapus
  17. Mantap. Materinya sangat membantu saya ngerjakan tugas

    BalasHapus
  18. materinya sangat membantu kk, terimah kasih

    BalasHapus
  19. Terima kasih atas postingannya, sangat bagus dan bermanfaat sekali..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer